Postingan

KEINGINAN

‘Keinginan’ merupakan suatu istilah untuk menggambarkan kebutuhan seseorang dengan harapan tingkat pencapainnya melebihi 50%. Istilah ini saya gunakan dengan menggunakan penggambaran kata yang didefinisikan sendiri. Sedikit menggunakan daya imajinasi saya yang merangkum bahwa tingkat keinginan seseorang itu dibagi menjadi tiga, yakni; keinginan, harapan, dan impian. Lah, apa perbedaan dari ketiga kata tersebut?. Tentunya beda susunan huruf abjadnya, selain itu beda pula dalam penggunaannya. Saya menggunakan istilah ‘keinginan’ untuk menggambarkan sesuatu yang diinginkan dalam waktu dekat. Sedangkan harapan adalah keinginan dalam rentang waktu yang agak panjang. Dan impian adalah keinginan yang tidak ditentukan waktunya karena bisa terjadi sewaktu-waktu ataupun tidak pernah terwujud sama sekali.

Ketika Kemiskinan Dikorelasikan dengan Peribadahan

Dewasa ini banyak tanyangan yang lebih menonjolkan pada kehidupan kekurangan seseorang yang disangkut-pautkan dengan kehidupan spiritual orang tersebut. Maksud kekurangan di sini adalah lebih mengarah pada faktor kemiskinan dimana orang tersebut yang tidak sedikit digambarkan sebagai orang yang sudah tua, ditinggal anak-cucu, disabilitas, dan berbagai macam kepapahan lainnya.

ASAL MUASAL TERJADINYA PERANG SHIFFIN

Perang shiffin adalah perang yang terjadi antara pihak Ali bin Abi Thalib dengan Mu’awiah yang disebabkan karena tidak diusutnya pembunuh Utsman bin ‘Affan dan tidak diusutnya serta ada juga yang menyebutkan dikarenakan adanya perebutan kekuasaan. Perang ini terjadi pada tahun 675 M di wilayah Shiffin, Syiria/Syam. Nah, disini akan dijelaskan sedikit saja pengetahuan yang saya dapat dari my bokap tercinta diperkuat dengan penjelasan yang saya temukan di sebuah tayangan televisi berita islami masa kini di trans TV. Okay, langsung cekidooot...

When Something in My Head is Too Crowded

Bulan april kemaren termasuk bulan yang berat, terutama di sepuluh hari terakhir bulan itu. Berasa ramadhan aja ya. Tapi, memang begitulah yang saya hadapi. Bulan dengan beberapa deadline yang nggak mungkin dilewatin gitu ajah karena berbagai macam kesempatan yang berjejer dan menjajakan dirinya untuk segera saya coba. Beberapa dari kesempatan itu ada yang memberi sinyal positif. Artinya, jika saya mengambil kesempatan itu besar kemungkinan saya akan terlibat di dalamnya. Ribet ya, kesempatan itu merupakan kesempatan menulis, dari mulai nulis cerpen, jurnal, sampe proposal. Lah, wong passion saya masih berkutat dengan dunia kepenulisan. So, i’m very enjoy it .

Ketika Hidup Begitu Susah

‘Susah’ lagi-lagi saya menyoroti kata yang berkonotasi negatif. Tapi, kata-kata yang berkonotasi negatif hampir setiap saat dan setiap waktu selalu mengiringi langkah manusia. Hal yang mungkin mengalihkannya adalah penggunaan istilah lain yang lebih memotivasi hingga tak lagi berkelut dengan dunia kenegatifan. Bagaimana tidak, jika kita selalu merasa apa yang akan dilakukan selalu terhalang sesuatu. Seolah taqdir tidak rela kita melewati hal itu. Memang ada kemungkinan taqdir tidak rela kala kita melalui hal yang tidak semestinya, makanya ada sedikit hambatan. Tetapi bisa juga taqdir sedang menguji kita seberapa jauh tingkat kesabaran dan ketekunan dalam meraih sesuatu.

Ngarusuh

Begini, ketika ngarusuh menjadi sebuah kata yang berkonotasi negatif, maka siapapun pelakunya akan ketempelan dengan label yang sudah disandang oleh kata tersebut. Berkaitan dengan hal itu, yang menjadikannya negatif adalah perbuatan ngarusuh merupakan perwakilan dari pekerjaan yang dilakukan untuk membuat orang lain merasa terganggu. Dan begitulah, banyak orang yang entah dengan sengaja atau tidak melakukan perbuatan ngarusuh. Yang jadi masalah adalah bagaimana menghadapi orang yang suka ngarusuh?

DISKUSI ‘PASANGAN’

Kemarin malam, seperti biasa. Saat menonton TV adalah saat quality time dengan keluarga. Kala itu kami sedang menonton Berita Islami Masa Kini yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Kebetulan pembahasannya mengenai ‘Pasangan’. Itu sedikit menyerempet keberadaanku.