Postingan

Menampilkan postingan dengan label pengertian

AL-KINDI DAN PEMIKIRAN FILSAFATNYA (Bagian I)

BAB I PENDAHULUAN Filsafat islam Filsafat islam adalah perkembangan pemikiran umat islamdalam masalah ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam semesta yang disinari ajaran islam. Perlu diingat bahwa filsafat islam adalah filsafat yang bemuatan religius (keagamaan), namun tidak mengabaikan persoalan-persoalan kefilsafatan. Jadi pengakuan tentang adanya filsafat islam harus dilihat dari ajaran pokok agamanya. Karena pada hakikatnya jika tidak ada ilham dari al-qur’an sebagai sumber dorongan, filsafat dalam dunia islam dalam arti yang sebenarnya tidak pernah ada. Al-kindi al-kindi adalah orang islam pertama yang meretas jalan mengupayakan pemaduan atau keselarasan antara filsafat dan agama, atau antara akal dan wahyu. Menurutnya antara keduanya tidaklah bertentangan karena masing-masing keduanya adalah ilmu tentang kebenaran. Sedangkan kebenaran itu adalah satu (tidak banyak). Betapa pun juga al-kindi sudah dinobatkan sebagai filosof Muslim berkebangsaan Arab yang pertama...
Ulumul Qur’an Pengertian Ulumul Qur’an Ada beberapa pengertian (ta’rif) yang dikemukakan oleh para ulama, diantaranya yaitu: 1. Menurut imam jalaluddin as-Syuyuti علوم القرآن : علم يبحث فيه عن أحوال الكتاب العزيز من جهة نزوله وسنده وأداءه ومعانيه المتعلقة به بألفاظ والمتعلقة بالأحكام وغير ذلك “ Ulumul Qur’an ialah suatu ilmu yang membahasa hal ihwal al-Qur’an dari segi turunnya, sanandnya, penyampaiannya, lafadz-lafadznya dan segala sifatnya baik yang berhubungan dengan kata-katanya maupun hukum-hukumnya. 2. Abd Azmi az-Zarqoni علوم القرآن هو مباحث تتعلق بالقرآن عن ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكتابه وقراءته وتفسيره وإعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشبه عنه ونحو ذلك “Ulumul Qur’an ialah segala macam pembahasan masalah yang berhubungan dengan baik dari segi turunnya, tertibnya, pengumpulannya, penulisannya, Qiraahnya, peafsirannya, mukjizatnya, nasikh mansukhnya da penolakan terhadap hal-hal yag bisa menimbulkan kesangsian terhadap al-Qur’an dan yang semacam itu” 3. M. Baqir Hakim Meurut ...