Postingan

Menampilkan postingan dengan label al-Qur'an

Khataman Santri

Gambar
Khataman Kali ini, saya akan membahas Khataman, yakni sebuah peristiwa yang terjadi ketika seseorang menyelesaikan ngaji Al-Qur’annya. Di sebuah Pesantren yang bernama PATWA (Pesantren Attarbiyatul Wathoniyah) yang terletak di Desa Mertapada, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, setiap tahunnya menyelenggarakan event yang diberi nama ‘Khataman’. Yaitu sebuah bentuk apresiasi dari pihak pesantren kepada para santrinya yang telah menyelesaikan ngaji Al-Qur’annya. Sebelumnya, patut diketahui bahwa didalam Al-Qur’an terdapat istilah Qiro’ah Sab’ah dimana merupakan cara membaca al-Qur’an dengan 7 bacaan sesuai dengan imamnya masing-masing. Mulai dari Qiro’ah Khafs, Warsy, Ibnu Katsir, Abu ‘Amr, Ibnu Amir, Hamzah dan Susi.   Pesantren ini merupakan salah satu pesantren yang   mengajarkan qiro’ah sab’ah kepada para santrinya dengan urutan yang sudah disebutkan di atas. Nah, pada tanggal 1 Mei 2014 kemarin, diselenggarakan khataman yang sudah ditunggu-tungg...

Beberapa Istilah dalam Al-Qur'an

1. Saktah Saktah adalah menghentikan bacaan sejenak (sekitar dua harakat) tanpa menarik nafas. Terdapat 4 saktah dalam Al-Quran, yaitu pada: a. QS Al-Kahfi ayat 1 (18:1) Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan hambaNya kitab (Al-Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan didalamnya Saktah pada ayat ini menandakan  tanda ketakjuban , karena tidak ada keraguan maupun kebengkokan di dalam Al Quran. Posisinya terdapat pada akhir ayat (setelah kata  'iwajaa ). Karena itu, kita tidak bisa langsung membaca dari ayat pertama ke ayat kedua, melainkan harus berhenti sesaat terlebih dahulu. b. QS Yasin ayat 52 (36:52) "Aduh celakalah kami! siapakah yang membangunkan kami dari tempat tidur (kubur) kami?" Inilah yang dijanjikan Tuhan yang Maha Pemurah, dan benarlah Rasul-rasulNya Saktah pada ayat ini menandakan  tanda kekagetan , karena orang-orang kafir itu kaget ketika dibangkitkan dari kubur. Kekagetan ini disertai dengan tertahannya nafas ketika menguca...

Mengenal Qira’ah

Berdasarkan etimologi (bahasa), qiraat jamak dari qira`ah, yang merupakan isim mas{dar dari qara`a. Qiro’ah artinya bacaan. Sedangkan menurut terminologi (istilah), sebagaimana yang dikemukakan imam al-Zarqani dalam bukunya Manahil al-’Irfan , sebagi berikut: وفـي الاصطلاح مذهب يذهب إلـيه إمام من أئمة القراء مخالفاً به غيره فـي النطق بالقرآن الكريم، مع اتفاق الروايات والطرق عنه. ” Qira’ah ialah suatu cara membaca al-Qur’an yang dipilih oleh salah seorang imam ahli qira’ah, yang berbeda dengan cara orang lain dalam mengucapkan al-Qur’an al-Karim, sekalipun riwayat (sanad) dan jalannya sama “. Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitabnya Munjid al-Muqri’in mendefinisikan qira’ah sebagaimana berikut : القراءات علـم بكيفـيات أداء كلـمات القرآن واختلافهما “Qira’ah adalah ilmu mengenai cara mengucapkan kalimat-kalimat al-Qur’an dan perbedaan-perbedaannya”. Imam al-Zarkassi dalam bukunya al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an mengingatkan bahwa al-Qira’ah (bacaan) itu berbeda dengan al-Qur’an...
Ulumul Qur’an Pengertian Ulumul Qur’an Ada beberapa pengertian (ta’rif) yang dikemukakan oleh para ulama, diantaranya yaitu: 1. Menurut imam jalaluddin as-Syuyuti علوم القرآن : علم يبحث فيه عن أحوال الكتاب العزيز من جهة نزوله وسنده وأداءه ومعانيه المتعلقة به بألفاظ والمتعلقة بالأحكام وغير ذلك “ Ulumul Qur’an ialah suatu ilmu yang membahasa hal ihwal al-Qur’an dari segi turunnya, sanandnya, penyampaiannya, lafadz-lafadznya dan segala sifatnya baik yang berhubungan dengan kata-katanya maupun hukum-hukumnya. 2. Abd Azmi az-Zarqoni علوم القرآن هو مباحث تتعلق بالقرآن عن ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكتابه وقراءته وتفسيره وإعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشبه عنه ونحو ذلك “Ulumul Qur’an ialah segala macam pembahasan masalah yang berhubungan dengan baik dari segi turunnya, tertibnya, pengumpulannya, penulisannya, Qiraahnya, peafsirannya, mukjizatnya, nasikh mansukhnya da penolakan terhadap hal-hal yag bisa menimbulkan kesangsian terhadap al-Qur’an dan yang semacam itu” 3. M. Baqir Hakim Meurut ...