Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penyair

Al Mutanabby

Al-Mutanaby (915-965) Seorang penyair besar dari Arab yang mempunyai nama Abu Thayib Ahmad bin Husain Al-mutanaby. Beliau berasal dari keluarga bangsa Arab Yaman yang dilahirkan di kota Kufah pada tahun 303 H . sejak kecilnya beliau belajar bahasa Arab beserta kaidah-kaidahnya dari bangsa Arab yang tinggal di dusun. Syairnya banyak memuji para raja. Beliau bersyair mulai dari umur 9 tahun. Syairnya banyak mengungkapkan hikmah, filsafat kehidupan dan sifat-sifat dalam peperangan. Nilai gaya bahasanya kuat dan sangat tinggi. Penyair ini hidup pada masa kehalifahan Abbasyah. Penyair ini mempunyai kekuatan menghafal yang luar biasa sehingga setiap apa saja yang didengar dengan mudah dapat terhafalkan.. beliau termasuk orang yang berambisi besar terhadap kedudukan dan kehormatan. Untuk itu beliau selalu mendekati orang-orang besar dan menggunakan syairnya untuk mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi mereka. Karena itulah disamping beliau tidak luput pula hasutan dari orang. S...

NAZIK MALAIKAH

Setelah sekian lama berkutat dengan dunia kekinian, akhirnya di bulan Ramadhan ini kembali pada dunia ke’duluan’. Dan pada kali ini saya akan sedikit mengemukakan salah satu penyair yang berasal dari wilayan nun jauh di sana dan penuh konflik. Nazik Malaikah, nama wanita ini sudah tidak asing lagi di khalayak pecinta sastra terutama puisi modern. Wanita yang dilahirkan di Baghdad tahun 1923 memang piawai dalam membuat syair. Karyanya yang paling umum diketahui yaitu sebuah puisi yang berjudul “Siapa Aku”. Puisi ini memang (menurut saya) puisi tergalaw sepanjang masa..langsung saja ini dia  puisinya الليلُ يسألُ من أنا أنا سرُّهُ القلقُ العميقُ الأسودُ أنا صمتُهُ المتمرِّدُ قنّعتُ كنهي بالسكونْ ولففتُ قلبي بالظنونْ وبقيتُ ساهمةً هنا أرنو وتسألني القرونْ أنا من أكون? والريحُ تسأل من أنا أنا روحُها الحيران أنكرني الزمانْ أنا مثلها في لا مكان نبقى نسيرُ ولا انتهاءْ نبقى نمرُّ ولا بقاءْ فإذا بلغنا المُنْحَنى خلناهُ خاتمةَ الشقاءْ فإِذا فضاءْ! والدهرُ يسأل...

Syair Mahabbah Jalaluddin Rumi

Gambar
Nubuwah Cinta dari Rumi Aku mati sebagai mineral dan menjelma tumbuhan, Aku mati sebagai tumbuhan dan terlahir binatang, Aku mati sebagai binatang dan kini manusia. Kenapa aku mesti takut? Maut tak menyebabkanku berkurang! Namun sekali lagi aku harus mati sebagai manusia, Dan melambung bersama malaikat; dan bahkan setelah menjelma malaikat aku harus mati lagi; segalanya kecuali Tuhan, akan lenyap sama sekali. Apabila telah kukorbankan jiwa malaikat ini, Aku akan menjelma sesuatu yang tak terpahami. O,..biarlah diriku tak ada! sebab ketiadaan menyanyikan nada-nada suci, " KepadaNya kita akan kembali." CANGKANG TELUR RAGA Jika kau ingin rasakan kegairahan, Maka tinggalkan pikir, dan keluar dari cemas, Kau seperti burung ganjil dalam cangkang telur raga. Kau tak bisa terbang karena kau di dalam telur. Tapi ketika telur ini dihancurkan, kau akan terbang bebas dan selamatkan sukmamu. SAAT BERKELANA Malampun tiba, saat untuk menyepi dan sendiri. para pecinta mengarahkan w...